Tampilkan postingan dengan label kerja profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerja profesional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

Sesuatu yang baru, membuat kita hebat

Siapakah Anda? (by MHR)
Sering kita mendengar mungkin ya..., wah maaf bukan tugas saya... mungkin ini bagi orang yang tegas menyampaikan, tetapi ada juga yang diam saja menerimanya, tetapi "mbendol mburi" alias gondok.

Ya, itulah yang sering kita lihat tetapi tidak sedikit pula yang menerimanya dengan senang hati walaupun yang diberikan itu tidak tercantum dalam perjanjian kerjanya. Sesuatu yang baru itu terasa sangat berharga saat kita serius menerima dan mengerjakannya. Betapa mahal sesuatu yang baru itu jika kita harus melakukannya tanpa difasilitasi. Inilah pelajaran, jadi terimalah dengan "postive thinking" selalu. Karena ini menjadi nilai tinggi buat Anda.

Anggaplah kita sedang di"dandani" dipercantik, diperpintar, diperhebat oleh atasan kita atau orang lain. Kitalah yang beruntung jika kita bisa melakukannya dengan baik, tentunya keduanya sama-sama diuntungkan. Lalu, bagaiman dengan perkerjaan utama? inilah kreatifitas kita, inilah kemampuan kita dipertaruhkan bagaimana kita bisa mengambil sesuatu yang baru tanpa kita tersungkur. Tentunya inilah tantangan kita. Mau terus maju atau tidak?

Pastinya, maju... Manajemen waktu, dan pastikan keluarga Anda tidak terkorbankan dalam segala hal. Anda mau mencoba? semua jawaban itu ada di diri Anda semua. Bekerja karena Ibadah....

Saat tetap profesional, tuliskan saja

Memberikan sekat khusus agar kita selalu terkontrol dengan baik adalah penting. dari kata TAQWA kita sudah diajarkan untuk selalu mengontrol diri kita yaitu untuk hubungan hablum minaLLAH dan hablum minannas. Apa jadinya jika kita tidak pernah membawanya, bisa jadi semua akan dilakukan dan menghalalkan segala cara.
P R O F E S I O N A L by MHR

Sepanjang kita menjalani setiap detik kehidupan ini, kita harus membawa TAQWA di manapun itu. Suatu saat kita akan dihadapkan dengan konteks "profesionalisme". Setelah saya menggeluti dan berteman bersama profesionalisme itu, dipikir-pikir memang tidak lepas dari arti TAQWA dan tidakannya, dimana kita mengotrol diri agar selalu di rel yang telah ditentukan dan disepakati bersama. Lalu bagaimana dengan individu yang sudah setengah profesional? Apakah dia tidak bertaqwa? WaLLAHu 'a'lam... ini hanya pengamatan saya selama ini. Di saat kita ingin profesional itulah yang harus kita pegang. Jika kita ingin orang lain jujur maka kita harus awali jujur.

Bagi saya bekerja profesional ini wajib, tidak bisa ditawar. Jika mencoba bermain-main dan mencoba merasakannya akan terjebak dengan situasi yang tidak baik. Alhamdulillah, saya dan keluarga dengan enjoy bisa melakukannya walau sebagian orang melihatnya itu susah. Tapi, tidak bagi kami! Saya harus profesional, apapun anggapan orang toh saya tidak melakukannya. Alhamdulillah, jika kita berusaha berjalan di atas keberkahan dan ridhoNYA, alhamdulillah sesulit apapun itu bagi saya dan keluarga, alhamdulillah walau keluarga banyak saya jauhi secara profesional karena kata profesional dan saya harus tetap menjaga itu, dan saya berlepas dari semua yang menjadi anggapan sebagian orang.

Sulit, untuk klarifikasi. Biarlah dunia yang menceritakan :). Dan inilah pengalaman saya disaat bekerja di suatu perusahaan sedangkan keluarga menjalankan bisnis yang terkait. Ini mudah kami untuk menjalankan profesional! tapi tidak mudah bagi mereka mempercayainya, Masak sih?

Bagi kami, cukup dengan kata sabar dan syukur, InsyaAllah buah profesional itu memberikan kebaikan untuk semua, Amin...

to be continued... (disaat nanti, kapan, untuk melanjutkannya)